Jumat, 31 Oktober 2014

diskusi bebas



Diskusi Taman IPS
Jumat, 31/10/2014
Karya tulis populer
Modalnya , adalah kita berlatih untuk menulis. Dan bukan sekedar hanya di kepala. Belajarlah kita menulis dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dan satu lagi yang terpenting adalah membaca. Sebelum saya menjadi wartawan, itu sangat berat sekali. Di paksa membaca, di paksa menulis, dan siap untuk di komentari pahit. Pungkas sahabat Husain Ali. Dalam artian menulislah sesedrhana mungkin.

Senin, 27 Oktober 2014

VISI MISI KOMISYARIAT



Visi Misi PMII Komisyariat IAIN Syekh Nurjati Cirebon




Visi saya :
P.O. W.E.R (Positive, Optimst, Willingness, Enthusiasm, Refill)



Misi nya adalah :
1.       Mengembangkan kader yang berintelektualitas tinggi  dan berakhlakul kharimah serta memegang teguh prinsip idelisme pergerkan
2.       Mewujudkan dan mentransformasikan  gerakan kolektif kader
3.       Mengembalikan citra diri PMII Komisariat Yang mandiri dan bermartabat
4.       Membangun system pengkaderan yang berkesinambungan
5.       Menanamkan system managemen organisasi yang profesiaonal dan membangun jaringan luas
Itulah sebagai bentuk proses menuju POWER kader PMII yang bernafaskan Roh gerakan yang telah PUPUS. 


Cirebon, 24 oktober 2014

DIKI AGUS TINAH

Minggu, 18 Mei 2014

Profil Rayon Pelangi Tarbiyah



PROFIL PMII RAYON PELANGI TARBIYAH

Oleh : Diki A T
Kord. Kaderisasi Pengurus Rayon Pelangi Tarbiyah

Rayon pelangi tarbiyah merupakan wadah kreativitas kader PMII yang berlatar belakang  mahasiswa fakultas tarbiyah kampus IAIN SNJ Cirebon. Fakultas tarbiyah terdiri dari pelbagi  jurusan di IAIN SNJ Cirebon. Ini yang menjadi keunikan tersendiri, karena dari pelbagai  jurusan itu mempunya karakteristik intelektualitas yang tinggi dan mampu memunculkan suatu gerakan sosial yang masif dari tataran mahasiswa sampai masyarakat tersendiri. Dari situ lah PMII Rayon Pelangi Tarbiyah menjadi barometer gerakan sosial melalui Pendidikan dan barisan Garda Terdepan Melawan Ketidak adilan untuk mencapai “civil sosiety”.
Namaun arti dari makana Pelangi itu tersendri, Warna-warna pelangi mengajarkan pada kita agar selalu bersikap arif dalam menghadapi perbedaan. Sebab, keindahan warna yang muncul, akibat pertemuan antara sinar matahari dan rintik hujan. Dua dzat yang sama sekali berbeda asal  usul dan karakternya. Secara alamiah, Tuhan juga menciptakan manusia secara berbeda-beda dengan  pendapat yang berbeda-beda juga sesuai dengan pemahaman masing-masing. Namun, dalam sebuah tim, satu hal yang harus dijaga adalah sebuah keharmonisan demi  tercapainya tujuan bersama.
Begitupun PMII RAYON PELANGI TARBIYAH sebagai Organisasi yang siap menciptakan warga , kader-kader PMII yang bermutu-wawasan intelektual yang ber-keislaman Berhaluan ASWAJA, berke-Indonesiaan dengan Ke-Bhinekaan, serta ikut Serta Dalam Usaha Membebaskan Kehidupan Bangsa Indonesia dari Keterbelakangan dan keterpurukan Kepada Kemajuan, Kemakmuran, dan Pencerahan peradaban Manusia. Ujar KETUM Sahabat Muhamad Yusuf.
Dilihat dari Filososfis Pelangi, Jika manusia terdiri dari satu pemikiran saja, maka semua kehidupan akan berjalan monoton, kaku dan menjemukan. Namaun PMII Rayon Pelangi Tarbiyah juga sebagai organisasi Pengkaderan didalamnya ada sebuah Pendidikan formal dan non formal. Pendidikan Formal seperti MAPABA (masa penerimaan anggota baru), PKD (pelatihan kader dasar) dan PKL (pelatihan kader lanjutan). Pendidikan non formal seperti kelas bahasa asing, pelatihan enterpreneurship, pelatihan leadheurship, IT dll. Kata kordinator Kaderisasi Sahabat Diki Agus Tinah.
Semoga pembaca menyadari dan Memiliki keyakinan bahwa PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang paling tepat untuk pengembangan diri mahasiswa Islam. Kita semua adalah agent of change yang mampu berfikir bahwa itu merupakan awal dari sebuah proses dinamis menuju hal yang lebih baik untuk mengawal bangsa Indonesia tercinta.









harus kah akau menjadi seorang Aktivis ?,,,, itu yang terbesit di dalam benak ku sa'at ini. aku mulai redup dengan idelisme yang aku emban selama ini. dalam tipilogi Mahasiswa, Mahasisiwa banyaksekali macamnya dan fungsinya. tinggal kita memilih untuk menjadi apa dalam berperan dimasyarakat kampus maupun masyarakat sosial.

Kamis, 24 Oktober 2013

NAMANYA ADALAH PELANGI
 wong Ganteng 
Hari yang mendung, tampak dari kejauhan berkilauan cahaya putih seperti menghampiriku, begitu cepatnya ia namun ternyata dibelakang cahaya itu diikuti oleh suara gemuruh yang panjang, ya!!! tepat memang ia adalah suara petir yang menyambar berlarian saling berkejaran dengan lawannya sang kilat.
            Aku tertegun melihat pemandangan secara alamiah itu, dan telah tampak dikejauhan sana awan putih mulai menemui titik terang, memberi celah pada sang raja siang untuk menyinari bumi pertiwi ini.  Awan, dia hanya lah sebuah awan yang berwarna putih?  Aku berfikir sejenak dalam keadaan yang sedikit dingin.
            Siapa ia sesungguhnya? Tanyaku melalui khayalan yang mencengkram itu. Tugasnya sangat berat seperti satpam penjaga bank.  Membuka dan menutup.  Aku tak mengetahui secara pasti apa yang ia buka dan apa yang ia tutup.  Hanya sepengetahuanku ketika awan membuka, raja siang bisa melihat aktifitasku.  Atau bahkan ia menurunkan tetesan air hujan, kemudian setelah itu ia membuka pintu andalnnya untuk dilewati cahaya matahari, namun dijalannan cahaya raja siang yang memberikan arti kehidupan didunia itu bertabrakan dengan partikel air hujan yang diturunkan oleh sang awan.
            Aku ingi menghampiri mereka yang tengah sibuk dengan keinginan mereka masing-masing.  Tepatnya diantara mereka ingin terlebih dulu mendapatkan jalan menuju tanah dibumi ini yang sudah sejak tadi mengeluarkan bau terkena basahan air hujan.
kamu, jangan pernah ingin mendahuluiku untuk mendapatkan tujuanku.” Terdengar suara itu dari kejauhan sana ternyata sang air berbicara.
tidak!!! pasti aku yang terlebih dahulu mendapatkan tujuanku, buktinya karena kamu transparan aku bisa menduhulukan tubuhku untuk mencapai tujuanku.” Bantah sang cahaya, berebut keinginan dengan air.
            Terlintas sejenak dibenakku untuk menghalau mereka. Untuk memisahkan mereka agar tidak saling berebut seperti itu,
Tetapi mereka begitu tinggi untuk aku hampiri, lalu aku berteriak memanggil mereka  ”hey, jangan kekanak-kanakan! Jangan bertengkar seperti itu. Tak ada gunanya kalian bertengkar seperti itu” teriakan ku menjadi-jadi, tapi tak mendapatkan respon sedikitpun dari mereka.
            Aku bersedih dan bingung apa yang perlu ku lakukan untuk menghalau pertengkaran diantara keduanya.  Aku tak bisa berbuat apapun.  Dan hanya satu yang kuharap dari mereka agar segera mengakhiri perkelahian itu.
Beberapa saat kemudian, mereka saling mengalahkan satu sama lainnya.  Sang cahaya dapat menembus beningnya partikel air begitu pula sebaliknya air.  Ia dapat menembus cahaya, tapi begitu besarnya kekuatan mereka masing-masing bahkan satu sama lain saling mendoorong untuk mendapatkan tujuannya agar segera mancapai tepi.
            “Mereka tak pernah memperdulikan aku” bisikanku dalam hati. Mereka sungguh jahat terhadap ku.  Aku yang sejak tadi ingin memecahkan keributan mereka seolah tak ada gunanya. Aku mencoba menjerit namu tak berreaksi apa-apa.  Aku ingin sekali memijam kapal terbang milik pamanku, dimana ia seorang pilot kapal terbang pesawat Garuda Indonesia.  Kemudian akan kujadikan sebagai alat agar aku bisa menghampiri mereka, untuk menyelesaikan pertengkarannya.
 Namun itu bukanlah hal yang mudah, pamanku pasti tak akan mngizinkan kapalnya dipinjam oleh anak kecil sepertiku. Aku menagis, aku sedih melihat mereka yang tak berhenti saling dorong-mendorong. Aku ingin memisahkan mereka. Air mataku berjatuhan membanjiri pipiku yang mulus dan belum berjerawat itu. Aku tak menyadari jika sesungguhnya air mata yang jatuh dipipiku berkarakteristik sama dengan partikel air yang sampai saat ini masih saling dorong tak ada yang mau mengalah  dalam berebut tahta untuk mencapai tanah dibumi.
            Aku segera membersihkan air mata yang berlinangan itu. Dan kembali berteriak” woy,,,,, salah satu diantara kalian harus mengalah. Jika tidak, kalian tak akan pernah bisa saling melewati.”Namun  seperti biasa tak pernah ada jawaban yang pasti dari mereka dan tak ada yang mengindahkan ku.
            Ku tutup mataku, seperti sinetron yang sering muncul ditelevisi. Dengan kekuatan fikiran, dan dengan kekuatan hati, kita bisa menyalurkan frekuensi ucapan ataupun bisikan hati kita melalui kekuatan tersebut, kembali aku berbicara “ aku memohon pada kalian berdua, tolonglah kalian jangan seperti aku yang masih kekanak-kanakan berebut mainan milik temanku yang lain, aku sangat mohon diantara kalian harus ada yang mengalah ”  kata ku panjang lebar.
            Segera kubuka mataku, dan mereka menghasilakan sesuatu dari besarnya gaya dorong yang mereka gunakan untuk saling berebut menuju tanah dibumi. Mereka menghasilkan warna yang bervariasi dan indah membentuk setengah lingkaran.
            Keinginanku meminjam kapal terbang milik paman semakin mendalam. Ingin kuhampiri mereka yang bisa memproduksi sesuatu yang indah. Merah, jingga, kuning hijau, biru, nila, dan ungu, indahnya langit itu. Mereka mencari kelemahan lawan masing-masing dan berakhir dengan menghasilkan perpaduan kekuatan dan mampu membentuk warna-warni dilangit yang biru itu.
Aku bertanya pada ibu, yang baru saja menghampiriku setelah mengambilkanku makan siang, “ibu, apa itu yang berwarna warni dilangit?” Tanya ku
“ itu namanya pelangi sayang” jawab ibu tersenyum, sembari menyuapiku makan.
            Aku mengerti sekarang, jika kita mampu membaca kelemahan lawan dan dapat memicu untuk mendapatkan produktifitas hasil karya yang gemilang itu lebih baik dibandingkan dengan selalu bersaing saling menjatuhkan tanpa diiringi dengan kreatifitas yang bermutu.
            Ibu memberikan senyuman hangat ketika menyuapiku, sambil mendorong sepeda baru ku, yang dibelikan  oleh ayah kemarin siang.