Mengenal
Sejarah Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon
| PMII Rayon Pelangi Tarbiyah di Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon |
Minggu pagi (17/06), PMII Rayon Pelangi Tarbiyah mengadakan observasi sederhana (miniresearch) di Taman Sari Gua Sunyragi Cirebon. Kegiatan ini diikuti sekitar lima belas mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam organisasi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang dilakukan oleh PMII Rayon Pelangi Tarbiyah. Kegiatan ini pula bertujuan agar para sahabat-sahabati untuk dapat mengenal lebih jauh mengenai sejarah monumen-monumen yang berada di Cirebon.
| Tim Observasi sedang mencatat penjelasan guide |
Ia pun menambahkan dengan mengadakan
observasi sederhana ini, mahasiswa paham mengenai sejarah monumen-monumen yang
berada di Cirebon, “Hal ini akan menjadi tahap awal bahwa kita bangga dan
sebuah penghormatan besar terhadap peradaban sebelum kita yang telah tinggal di
Cirebon (Keraton Kanoman, Keraton Kesepuhan, Keraton Kacirebonan, Gua
Sunyaragi, Sunan Gunung Jati, dll).”
Taman
Sari Gua Sunyaragi
Dalam pelaksanaan penelitian ini,
para sahabat kader PMII Rayon Pelangi Tarbiyah didampingi oleh pemandu (guide) yang bernama Yusuf. Beliau
menjelaskan secara satu persatu bangunan-bangunan yang berada didalam Taman
Sari Gua Sunyaragi.
“Taman Sari Gua Sunyaragi terletak
di Kota Cirebon, taman merupakan bagian dari taman Keraton Kesepuhan. Taman ini
dibangun pada tahun 1536 yang diutus oleh Sunan Gunung Jati. Bangunan ini
dibangun menggunakan batu karang yang berasal dari Cina. Sehingga keistimewaan
dari Taman ini adalah satu-satunya bangunan di dunia yang dibangun menggunakan
batu karang. Oleh karena itu kita harus bangga mempunyai peninggalan Taman Sari
Gua Sunyaragi,” terang Yusuf sembari menunjukkan lokasi-lokasi gua yang ada di
Taman Sari Gua Sunyaragi. “Berikut ini bangunan-bangunan yang terdapat didalam
Taman Sari Gua Sunyaragi; Bangsal Jinem, Gua Simanyang, Balai Beling, Gua
Peteng, Gua Pawon, Gua Lengse, Bale Kambang, Gua Arja Jumut, Panggung Seni
Budaya, Monument China, Gua Kelanggengan, Gapura dan Gua Lawa,” tambahnya.
![]() |
Proses pembuatan Taman Sari Gua Sunyaragi lebih
lama dibandingkan dengan pembuatan Keraton Kesepuhannya itu sendiri, “Taman
tersebut menggunakan bahan dasar batu karang. Sehingga Sunan Gunung Jati wafat
dan digantikan oleh Cicit Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Mas Muhammad Arifin
II,” pungkasnya. (Kelas Sastra Budaya PMII Rayon Pelangi Tarbiyah)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar