Kamis, 05 Juli 2012

Mengenal Sejarah Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon


Mengenal Sejarah Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon

PMII Rayon Pelangi Tarbiyah di Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon

Minggu pagi (17/06), PMII Rayon Pelangi Tarbiyah mengadakan observasi sederhana (miniresearch) di Taman Sari Gua Sunyragi Cirebon. Kegiatan ini diikuti sekitar lima belas mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam organisasi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang dilakukan oleh PMII Rayon Pelangi Tarbiyah. Kegiatan ini pula bertujuan agar para sahabat-sahabati untuk dapat mengenal lebih jauh mengenai sejarah monumen-monumen yang berada di Cirebon.
Tim Observasi sedang mencatat penjelasan guide
Wildan Ibnu Walid, selaku Ketua Umum Rayon Pelangi Tarbiyah mengatakan bahwa tujuan mengadakan miniresearch ini untuk menambah wawasan tentang kearifan budaya lokal yang ada di Cirebon, “Tak jarang mahasiswa-mahasiswi ataupun warga Cirebonnya sendiri pun kurang mengenal sejarah monumen-monumen yang berada di Cirebon, sehingga sejarah itu tenggelam dengan sendirinya dimakan waktu.”
Ia pun menambahkan dengan mengadakan observasi sederhana ini, mahasiswa paham mengenai sejarah monumen-monumen yang berada di Cirebon, “Hal ini akan menjadi tahap awal bahwa kita bangga dan sebuah penghormatan besar terhadap peradaban sebelum kita yang telah tinggal di Cirebon (Keraton Kanoman, Keraton Kesepuhan, Keraton Kacirebonan, Gua Sunyaragi, Sunan Gunung Jati, dll).”

Taman Sari Gua Sunyaragi
Dalam pelaksanaan penelitian ini, para sahabat kader PMII Rayon Pelangi Tarbiyah didampingi oleh pemandu (guide) yang bernama Yusuf. Beliau menjelaskan secara satu persatu bangunan-bangunan yang berada didalam Taman Sari Gua Sunyaragi.
“Taman Sari Gua Sunyaragi terletak di Kota Cirebon, taman merupakan bagian dari taman Keraton Kesepuhan. Taman ini dibangun pada tahun 1536 yang diutus oleh Sunan Gunung Jati. Bangunan ini dibangun menggunakan batu karang yang berasal dari Cina. Sehingga keistimewaan dari Taman ini adalah satu-satunya bangunan di dunia yang dibangun menggunakan batu karang. Oleh karena itu kita harus bangga mempunyai peninggalan Taman Sari Gua Sunyaragi,” terang Yusuf sembari menunjukkan lokasi-lokasi gua yang ada di Taman Sari Gua Sunyaragi. “Berikut ini bangunan-bangunan yang terdapat didalam Taman Sari Gua Sunyaragi; Bangsal Jinem, Gua Simanyang, Balai Beling, Gua Peteng, Gua Pawon, Gua Lengse, Bale Kambang, Gua Arja Jumut, Panggung Seni Budaya, Monument China, Gua Kelanggengan, Gapura dan Gua Lawa,” tambahnya.

“Pada tahun 1536, disebelah barat taman tersebut adalah hutan jati namun kini sudah dibangun perumahan-perumahan sebagai tempat tinggal warga setempat. Disebelah timur taman tersebut adalah danau, namun kini danau tersebut telah dijadikan jalan raya. Sehingga Taman tersebut terletak ditengah-tengah antara hutan jati dan danau,” ungkapnya.
Proses pembuatan Taman Sari Gua Sunyaragi lebih lama dibandingkan dengan pembuatan Keraton Kesepuhannya itu sendiri, “Taman tersebut menggunakan bahan dasar batu karang. Sehingga Sunan Gunung Jati wafat dan digantikan oleh Cicit Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Mas Muhammad Arifin II,” pungkasnya. (Kelas Sastra Budaya PMII Rayon Pelangi Tarbiyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar